Masyarakat Jambi Bersama Mahasiswa Akan Menggelar Pesta Rakyat Bhayangkara Di 5 Kabupaten/Kota Perdana, Pesta Rakyat Bhayangkara Akan Digelar Serentak bersama 5 Polres Jajaran Polda Jambi Bupati Batanghari Melalui Sekda Muhammad Azan Melantik Indra Gunawan Selaku Pj Desa Teluk Ketapang Tak Hanya Silaturahmi, Ketua PWI Kota Jambi Periode 2023-2026 Turut Sampaikan Program Kerja saat Kunjungi Kajari Jambi Dandim 0415/Jambi Hadiri Sosialisasi PT. Pegadaian Cabang Jambi

Home / Berita / Daerah / Pariwisata / Tokoh/ Sejarah

Jumat, 29 Juli 2022 - 13:05 WIB

“Sayid Fuad bin Abdurrahman Baraqbah Dinobatkan Sebagai Sultan Jambi Daarul Haq

Publishnews.id-Acara penobatan Kebawa Duli Yang Maha Mulia (KDYMM) Sayid Fuad bin Abdurrahman Baraqbah sebagai Sultan Jambi Daarul Haq berlangsung di aula Sultan Thaha, Bandara Sultan Thaha lama dihadiri sejumlah sultan di Indonesia, Kamis (28/7/2022).

Para sultan dari Kerajaan Melayu di Indonesia ini begitu terkesima dengan Sultan Jambi keturunan keempat dari Sultan Thaha Saifuddin.

Menurut Sultan Syarif Abdul Jalil Saifuddin dari Kesultanan Siak Sri Indra Pura mengatakan, dengan dinobatkan KDYMM Sayid Fuad bin Abdurrahman Baraqbah sebagai Sultan Jambi Daarul Haq menandakan bangkitnya kesultanan Melayu Jambi secara utuh.
Dirinya berharap, kedepannya m bersatu padu tegakkan marwah dan adat budaya supaya tidak hilang.

“Jadi kalau tidak dilestarikan budaya kita sendiri, siapa yang melestarikan. Tentu kita lah yang melestarikan supaya anak cucu tahu jati diri yang sesungguhnya,” imbuhnya.

Sultan Syarif Abdul Jalil Saifuddin menilai, hubungan Sultan dan pemerintah mestinya saling bekerja sama.

“Artinya selama ini, kesultanan yang ada di Nusantara ini tidak pernah diberikan kesempatan dalam ikut di pemerintah, dalam mengelola atau membangun suatu daerah,” tukasnya.

Baca Juga...  Gubernur Al Haris Terima Audensi Pengurus JDC

Sementara, katanya, Sultan ini merupakan pendiri atau owner yang memiliki suatu wilayah.

“Kenapa pemilik wilayah ini tidak diikutsertakan. Itu yang dipertanyakan,” ujarnya.

“Pemerintah itu pengelola, pemerintah tidak bisa jadi pemilik, dimana mana-pemilik wilayah tetaplah Sultan,” tegas Sultan Syarif.

Sedangkan, Kiam Radja Muda Tuan Guru DR (HC) Fekri Juliansyah Ph D yang juga Ketua Umum Himpunan Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara mengatakan, penobatan Yang Maha Mulia Sultan Sayid Fuad bin Abdurrahman Baraqbah sebagai Sultan Jambi Daarul Haq ke 22 ini dinantikan bersama sebagai kebangkitan raja-raja, sultan-sultan di kawasan Melayu Raya.

Jambi adalah salah satu Kesultanan Melayu, karena itu kita berharap kepada Sultan Jambi agar dapat mengembalikan lagi marwah kesultanan Jambi menuju kejayaan Melayu, kejayaan Nusantara dan seluruh kerajaan Islam di dunia,” harapnya.

Baca Juga...  Kembali Terjadi Kecelakaan Maut Dijalan Lintas KM 29 Tempino

Sebagai Ketua Umum, dia juga mengharapkan dan mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk mendukung keberlangsungan eksistensi kesultanan Jambi, yakni mendukung Sultan Sayid sebagai Sultan Jambi ke 22.

Yang Mulia Sultan Sayid Fuad bin Abdurrahman Baraqbah yang baru dinobatkan sebagai Sultan Jambi merasa bersyukur atas penobatan ini.

“Alhamdulillah bisa berjalan baik, ini adalah langkah awal dan tonggak sejarah dari Kerajaan Melayu Jambi. Ini bukti Jambi memiliki sejarah,” tuturnya.

Dirinya juga berterima kasih kepada yang telah membantu proses penobatan ini.
Terimakasih juga bagi para Sultan yang hadir, semoga amanah ini bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ucap Sultan Jambi ini. (Rasyid)

Share :

Baca Juga

Berita

Daerah

Abdullah Sani Minta Tingkatkan Tata Kelola Air

Berita

KKP dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 125 ribu BBL di Jambi

Batanghari

Warga Durian Luncuk Bentang Spanduk, Menolak Angkutan Batubara Melintas di Jalan AMD

Berita

Kabar Gembira, Produk-Produk Karya Warga Binaan Lapuanja Hadir di Shopee

Berita

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka dari Ustadz Abdul Somad

Berita

Perdana, Silaturahmi Pengurus PWI Kota Jambi Disambut Hangat Kepala Basarnas

Batanghari

Pinjaman Disetujui oleh Bank, Fadhil Arief: Semoga Cukup Untuk Pembiayaan Pembangunan