Gagal Salip Truk karena Motor Oleng, Siswi SMP di Jambi Tewas Terlindas Tendangan Kick Off Dandim 0419/Tanjab, Buka Turnamen Sepak Bola Antar Instansi
Wabup Hairan Pastikan Jalan dan Jembatan di Lubuk Bernai Bisa Dilalui Kapolres Muaro Jambi Resmikan Pos Lantas Terpadu Simpang 3 Mendalo Darat Uang Ratusan Juta Raib Di dalam Mobil Dinas Puskesmas Sekernan

Home / Nasional

Jumat, 8 Oktober 2021 - 13:32 WIB

Agar Terdata Sebagai Warga Negara, Pasangan Nikah Siri Bisa Masukkan Satu KK

Publishnews.id – Pasangan suami-istri yang nikah siri bisa dimasukkan ke satu kartu keluarga atau KK. Seperti apa dokumennya?

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh memaparkan pada prinsipnya, semua penduduk Indonesia wajib terdata dalam KK. Namun, untuk pasangan nikah siri, Zudan menegaskan, Dukcapil tidak dalam posisi menikahkan, melainkan hanya mencatat telah terjadinya pernikahan.

Zudan mengatakan nantinya dalam KK itu akan ada informasi mengenai bahwa pernikahan tersebut belum tercatat oleh negara.

Baca Juga...  Sedih Seorang Ibu Bawa Jenazah Anaknya Terjebak Macet Selama 12 Jam

“Nanti di dalam kartu keluarga akan dicatat nikah belum tercatat atau kawin belum tercatat,” kata Zudan saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Dukcapil DKI Jakarta bisa membuatkan Kartu Keluarga bagi pasangan nikah siri. Syaratnya, melampirkan surat nikah siri dan KTP.

“Untuk buat KK bisa kami lakukan bagi pasangan yang menikah siri, namun yang tertera dalam KK statusnya kawin belum tercatat. Persyaratannya melampirkan surat nikah siri dan KTP-nya aja,” ujar Plt Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaludin, secara terpisah.

Baca Juga...  Pemuda Muaro Jambi Kec. Sekernan Di duga Jadi Korban Begal, Tangan Kena Bacok, Hp pun Raib

Dalam dokumen KK pasangan nikah siri, secara umum hampir sama dengan KK pada umumnya. Hanya, dalam tabel di kolom Status Perkawinan tertulis ‘Kawin Belum Tercatat’.

Budi mengatakan pembuatan KK untuk pasangan nikah siri di Jakarta sudah terbilang banyak. Hanya, Budi belum bisa menyampaikan data pasti.

“Harus dicek dulu. Dihitung di sistem. Sudah lumayan banyak sih,” jelas dia.

Sementara hal ini juga berlaku diseluruh Indonesia. Ini guna agar semua penduduk Indonesia terdata sebagai warga Negara Indonesia.

Sumber: Detik.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi Minta Harga Tes PCR Turun, Edy Rahmayadi: Saya Inginnya Gratis!

Nasional

PPKM Berakhir Hari Ini, Apakah Diperpanjang Lagi?

Nasional

UAH Sarankan Tema Lomba Penulisan BPIP Diganti

Berita

Ditlantas Polda Jambi,TNKB Dasar Putih Tulisan Hitam Mulai Diberlakukan

Nasional

Nyinyiri Santri Penghafal Al Quran, Deddy Corbuzier dan Diaz Hendropriyono Diserbu Netizen

Nasional

Assalamualaikum Pak Prabowo, Bapak Masih Ingat Habib Rizieq? Beliau Sedang Terzalimi!

Nasional

Prof Salim Said Sebut Dendam Anak PKI dan Keluarganya Masih Jadi Ancaman Bagi Bangsa Indonesia

Nasional

Luhut Somasi Aktivis, Pengamat Sebut Hanya Pejabat yang Bermasalah Suka Laporin Orang