Dandim 0415/Jambi Dampingi Danrem 042/Gapu Tinjau Opla Cegah Stunting, Babinsa Dampingi petugas Kesehatan Berikan Layanan Posyandu Sertu Agus Sukma Jaya, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura didaulat menjadi juri pada kegiatan WDC Oknum Yang Mengaku TNI Kawal BBM Ilegal Diamankan,Ternyata Gadungan Temukan Jarum Suntik, Klip Bungkus Narkoba, Hingga Korek Api, Satu Rumah Diduga Basecamp Dihancurkan Tim Gabungan Polda Jambi

Home / Berita / Daerah / Muaro Jambi / Suara TNI

Rabu, 27 Juli 2022 - 10:53 WIB

Proses Autopsi Ulang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat:Tangisan Pilu Pihak Keluarga Terdengar;

Publishnews.id-Proses penggalian makam almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua akhirnya mulai dilakukan pada Rabu (27/7/2022) pagi.
Pantauan di lapangan, sebanyak 5 orang berpakaian merah menggali makam, dan sampai saat ini masih terus berlanjut.
Di dekat makam, tampak hadir Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Yudawan Roswinarso, bersama dengan Kapolres Muaro Jambi, AKBP Yuyan Priatmaja, dan Karumkit, Kombes Pol El Yandiko.
Di lokasi juga tampak bibi Brigadir Yosua, Rohani yang mengabadikan proses penggalian, serta pihak keluarga lainnya.
Autopsi ulang digelar untuk menjawab keraguan atas autopsi yang dilakukan sebelumnya.

Permohonan autopsi ulang itu disampaikan oleh pihak keluarga Brigadir Yosua Hutabarat melalui kuasa hukumnya.
Pelaksanaan autopsi ulang ini melibatkan dokter forensik dari yang ditunjuk oleh Polri dan juga tim independen.
Di antara dokter forensik tersebut ada yang berasal dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia, dan juga dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.
Diberitakan sebelumnya, Brigadir Yosua Hutabarat meninggal dunia pada Jumat (8/7/2022) sore.

Baca Juga...  Al Haris: Pemrov Jambi Berkomitmen Terhadap Pendidikan

Keterangan polisi, Brigadir Yosua tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam yang menjabat saat itu, Irjen Pol Ferdy Sambo.
Kepada awak media, polisi mengatakan motif baku tembak berawal dari aksi Brigadir Yosua Hutabarat yang masuk ke kamar pribadi Ferdy Sambo.
Di dalam kamar itu ada istri Irjen Ferdy Sambo.
Yosua disebut polisi melakukan pelecehan dan penodongan senjata.
Kemudian ada teriakan istri Sambo, hingga akhirnya Bharada E turun memeriksa ke arah sumber teriakan.
Dia menegur Yosua yang baru keluar dari kamar, kemudian dibalas tembakan, dan akhirnya terjadi baku tembak.
Namun pihak keluarga banyak yang meragukan kronologi tersebut.
Apa lagi di tubuh Yosua juga ada bekas mirip luka sayatan dan luka lebam.
Selain itu, mereka juga merasa janggal dengan lamanya polisi menyampaikan pernyataan pers, yakni 3 hari setelah Yosua meninggal dunia.
Tak hanya itu, kejadian berikutnya juga membuat publik semakin merasa janggal, karena pencabutan decoder CCTV hingga lokasi kejadian yang ternyata tidak juga dipasang garis polisi hingga beberapa hari setelah kejadian.(*)

Baca Juga...  Danrem 042/Gapu dan Kapolda Jambi Ikut Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Mendagri

Share :

Baca Juga

Berita

Gagal Salip Truk karena Motor Oleng, Siswi SMP di Jambi Tewas Terlindas

Batanghari

Alhamdulillah… Shalat Tarawih Berjamaah Diperbolehkan

Batanghari

Polda Jambi Menang Sidang Pra Peradilan Penetapan Tersangka Kasus Korupsi

Berita

Makan Siang Bersama di Mako Polairud Polda Jambi Sang Motivator Nasional Dr. Aqua Dwipayana disuguhkan Makanan Khas Jambi Tempoyak Ikan Patin

Berita

Hadapi Liga Tiga Asprov PSSI Provinsi Jambi, PS Persijam Kota Jambi Gelar Launching Team

Berita

Takziah ke Rumah Duka Bripka Indo Reza Fahlevi, Dirresnarkoba Polda Jambi Turut Bopong Keranda Jenazah

Berita

Truk Batubara Menyebabkan Kemacetan, Ketua DPRD Edi Purwanto Sikapi Pemasalahan Truk Batu Bara , Minta Pemprov Lakukan 3 langkah

Berita

Bulog Kuala Tungkal Berhasil Salurkan Beras PPKM Tahap Satu