Wabup Hairan Pastikan Jalan dan Jembatan di Lubuk Bernai Bisa Dilalui Kapolres Muaro Jambi Resmikan Pos Lantas Terpadu Simpang 3 Mendalo Darat Uang Ratusan Juta Raib Di dalam Mobil Dinas Puskesmas Sekernan Kasatlantas Polres Muaro Jambi terima penghargaan Juara 3 Lomba Film Pendek Dengan Tema Tertib Lalu Lintas Penyelesaian Non ASN di Muaro Jambi, Begini Kata Pj Bupati

Home / Peristiwa

Kamis, 23 September 2021 - 20:48 WIB

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Junior Tumilaar

Brigjen Junior Tumilaar

Pusat Polisi Militer AD (Puspomad) akan, atau telah, memeriksa Brigjen Junior Tumilaar. Tapi, untuk apa dia diperiksa? Pelanggaran pidana apa yang dia lakukan? Apakah inisiatif berkirim ke Kapolri itu

Surat pribadi itu hanya berisi permintaan agar Polisi tidak menahan Babinsa yang membela pemilik tanah yang diduga diserobot oleh PT Citraland Manado. Pak Tumilaar hanya mengekspresikan rasa keheranannya mengapa anggota TNI yang membela rakyat –rakyat itu miskin dan buta huruf pula— harus diganjar dengan hukuman?

Beliau semata-mata menunjukkan semangat melindungi. Semangat “mempertahankan bangsa”. Apa yang salah dengan tindakan Irdam XIII/Merdeka itu? Di mana salahnya?

Mudah-mudahan saja Komandan Puspomad Letjen Chandra Sukutjo hanya berbincang-bincang santai saja dengan Pak Tumilaar. Dan, ada baiknya, Pak Chandra memberikan penghargaan kepada bawahannya yang tidak takut berhadapan dengan konglomerat yang menyakiti rakyat.

Baca Juga...  Konflik PT WKS Dengan Terusan Bersatu, Bupati Batanghari Minta Turun Tangan

Sekarang ini, hampir tidak ada yang mau melindungi rakyat. Termasuk, maaf, Presiden Jokowi. Jadi, kalau ada perwira sejati yang bersedia membela rakyat, sangat pantas dia mendapatkan dorongan semangat dan apresisasi. Bukan malah diperiksa dalam konotasi buruk.

Perilaku suka-suka hati para konglomerat properti, pertambangan, perkebunan, dll, semakin tidak terkendali. Mereka tidak lagi menghiraukan keluhan rakyat yang lahannya dirampas. Dari waktu ke waktu, kasus penyeroboton tanah selalu saja dimenangkan oleh korporasi.

Para pejabat Pemerintah seharusnya melayani keperluan tanah rakyat lebih dulu sebelum berkolaborasi dan bertransaksi dengan pemilik uang besar. Setiap jengkal tanah di republik ini adalah milik seluruh rakyat. Karena itu, pemilikan lahan untuk rakyat harus menjadi prioritas. Ini merupakan amanat konstitusi.

Baca Juga...  Gempa M 5,3 Guncang Padang Lawas Utara Sumut

Sekali lagi, Brigjen Junior Tumilaar bukan seorang tentara yang bisa diajak bersekutu menindas rakyat. Beliau juga bukan model tentara yang akan diam berpangku tangan ketika melihat ketidakadilan.

Semua pihak seharusnyalah melihat bahwa tindakan Pak Tumilaar untuk menegakkan keadilan adalah misi untuk menjaga ketenteraman. Ini juga misi untuk menjaga marwah negara dan pemerintah yang cenderung diinjak-injak oleh pemilik uang besar.[]

Suaraislam.id

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Warga Muaro Jambi Dihebokan Penemuan Buaya Empat Meter

Berita

Breaking News! Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

Peristiwa

Mangsa Harimau, Polisi Temukan Jasad Remaja Tanpa Kepala

Peristiwa

Longsor di Tapan, Kapolda Jambi Langsung Turun ke Lokasi

Peristiwa

Lautnya, Bupati Tanjabtim Marah Hinga Adakan Sayembara ke Nelayan

Peristiwa

Warga Marosebo Ulu Temukan Mayat Membusuk Dalam Kontrakan

Peristiwa

Heboh !!! Warga Temukan Mayat Wanita Dalam Kardus

Berita

Aksi Berbagi Nasi Bungkus, Cara Keluarga Besar HWSB Peduli Sesama