Wabup Hairan Pastikan Jalan dan Jembatan di Lubuk Bernai Bisa Dilalui Kapolres Muaro Jambi Resmikan Pos Lantas Terpadu Simpang 3 Mendalo Darat Uang Ratusan Juta Raib Di dalam Mobil Dinas Puskesmas Sekernan Kasatlantas Polres Muaro Jambi terima penghargaan Juara 3 Lomba Film Pendek Dengan Tema Tertib Lalu Lintas Penyelesaian Non ASN di Muaro Jambi, Begini Kata Pj Bupati

Home / Ekonomi / Saham

Rabu, 11 Agustus 2021 - 17:28 WIB

Ekonom: Investor Harus Hati-hati Investasi di Saham Startup Seperti Bukalapak

Logo bukalapak

Logo bukalapak

PublishNews.id – Ekonom dari Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adinegara menyatakan investor harus berhati-hati dalam berinvestasi di saham-saham Startup seperti Bukalapak.

Dia menjelaskan, investor perlu memperhatikan dan memikirkan secara matang dalam berinvestasi di saham startup.

Pasalnya, lanjut Bhima, perusahaan startup rata-rata belum mendapatkan keuntungan, sehingga investor tidak bisa mengharapkn dividen.

“Dan berharap pada capital gain yaitu selisih karena kenaikan harga saham, jadi dia (investor) mendapatkan di situ,” ujar Bhima saat dihubungi, Rabu (11/8/2021).

Selain itu, tutur Bhima, karena mendapatkan dana dari pasar modal, sehingga harus meningkatkan layanannya kepada konsumen.

Jika tidak, Bhima memperkirakan, bisa terjadi kembali dot com bubble atau yang menjadi saham spekulatif, karena prospeknya terlalu dibesar-besarkan.

Baca Juga...  Al Haris: Belanja Pegawai Turun, Anggarkan Pemeliharaan Jalan dan Unit Jembatan Untuk Masyarakat.

“Terlalu dibesar-besarkan prospeknya, sehingga terjadi koreksi yang dalam dan mengganggu pasar modal,” ucap dia.

Namun demikian, Menurut Bhima, saat ini memang momentum perusahaan startup harus mencari dana dari pasar modal.

“Tahun 2021 ini momentum startup yang ingin mencari pendanaan publik khususnya IPO, kenapa, ketika adanya pembatasan sosial yang lebih ketat, dan kasus positif yang masih tinggi, masyarakat lebih banyak konsumsi secara online, startup ini berada di tahun keemasan,” kata dia.

Untuk diketahui, Pergerakan saham PT Bulapakak.com Tbk (BUKA) memerah. Bahkan pergerakan harga saham BUKA menyentuh Auto Reject Bawah (ARB).

Berdasarkan data RTI, selama Selasa kemarin saham BUKA anjlok 6,76 persen atau 75 poin di harga Rp 1.035 per lembar saham.

Baca Juga...  Tingkatkan Promosi, Ketua TPP PKK Provinsi Jambi Ajak PKK Kabupaten/ Kota Masuki Pasar Digital

Menanggapi hal tersebut, Analis dari Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, penurunan harga saham BUKA ini diakibatkan tekanan jual asing, sehingga membuat harga saham bisa sentuh ARB.

Selain itu, anjloknya harga saham BUKA juga adanya aksi ambil untung para investor.

“Menurut saya, tekanan jual asing ya, ini lumayan besar terjadi sejak hari pertama listing. Dan sebagian pelaku pasar yang melakukan profit taking juga karena sudah profit posisinya,” ujar William.

Namun, VP Corporate Affairs PT Bukalapak.com Tbk Siti Sufintri Rahayu menegaskan, transaksi saham Bukalapak di bursa saham setelah melakukan listing murni merupakan mekanisme pasar.

Sumber: Suara.com

Share :

Baca Juga

Berita

“Sebanyak 280 UMKM Kota Jambi Ikuti Bimtek Keamanan Pangan

Ekonomi

Gratis Isi Bensin Asal Namanya Sama dengan Peraih Emas Olimpiade Ini

Ekonomi

Harga CPO Jambi turun Rp166 per kilogram jadi Rp12.628

Batanghari

Peletakan Batu Pertama Pabrik Minyak sawit (PT NGE) Di Batanghari ”Oleh Mendag Zulkufli Hasa

Berita

Dirut Bank Jambi Yunsak El Halcon Dikukuhkan Sebagai Ketua Forum TJSBLU/CSR Provinsi Jambi

Ekonomi

Pemerintah Gagal Kendalikan Harga Minyak Goreng, Emak-emak Lagi yang Jadi Korban

Ekonomi

Harga Sawit Naik Pagi Ini dan Masih Bisa Naik Lagi!

Ekonomi

Wabup Abdullah Sani: Kelapa Sawit Tanaman Perkebunan Terpenting di Jambi