Jumat Curhat, Personel Polsek Dan Camat Pemayung Serap Aspirasi Masyarakat di Desa Kubu Kandang Reserse Narkoba Polres Tanjab Barat Berhasil Amankan Pasangan Suami Istri Kasus Sabu ½ kg FLAME FEST THE BIGGEST MUSIC FESTIVAL ON TOUR 2023’
AKAN GUNCANG KOTA JAMBI
Nelayan di Kuala Tungkal Tewas Saat Melaut Diduga Dibelit AS Mesin Kapal 2 ABG Putri Diperkosa 13 Remaja Sontoloyo, Pertama di Pondok & Rumah Tersangka

Home / Peristiwa

Senin, 13 September 2021 - 04:55 WIB

Geger! Belasan Kerbau Mati Misterius di Sekitar Proyek Pembangunan Sirkuit Mandalika

Publishnews.id – Warga Dusun Ketapang, Desa Kuta Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang digegerkan dengan matinya belasan ekor sapi yang terjadi secara misterius. Lokasi tersebut diketahui berada di sekitar proyek pembangunan Sirkuit Mandalika.

Pemilik kerbau yang berada di lokasi tersebut menuturkan, total kerbau yang mati ada 18 ekor.

“Dari hari Rabu ada yang mati, Kamis ada juga dan tadi malam. Kalau totalnya 18 ekor sama anaknya masih kecil,” ungkap pemilik kerbau, Lalu Nure seperti dikutip dari Beritabali.com-jaringan Suara.com.

Meski begitu, dia mengemukakan, sebelum hewan ternak tersebut tewas, dari mulut kerbau miliknya sempat mengeluarkan busa warna putih.

“Saya tidak tahu kenapa bisa mati begini, setiap hari ada saja yang mati,” katanya.

Sementara itu, dari catatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB hingga Jumat (10/9/2021) sudah ada 18 ekor yang mati mendadak.

Baca Juga...  Turun Lagi, Cek Rincian Harga BBM Terbaru Pertamina dan Shell Oktober 2021

Pihak dinas pun kemudian melakukan pemeriksaan serta mengambil sampel darah dan liur kerbau untuk diteliti di laboratorium kesehatan hewan yang berada di Bali.

“Ada tiga ekor tempat kami ambil sampel, awalnya kami mau ambil semua cuma sulit komunikasi dengan pemilik,” ungkap Dokter Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muslih.

Dikemukakannya, pihaknya turun ke lokasi karena memang dari kemarin ada masuk laporan.

“Jadi sampel yang ada ini kami akan bawa ke lab dan menunggu hasilnya keluar. Pemeriksaan lab juga adanya di Bali,” bebernya.

Diakuinya, berdasarkan laporan yang ada, setidaknya 15 ekor kerbau mati tidak dalam waktu bersamaan. Sedangkan ada kerbau lainnya yang berhasil diberikan antibiotik.

“Kalau dibiarkan bahaya, karena bisa menjangkit kerbau yang lain. Apalagi ini satu kandang,” katanya.

Baca Juga...  Warga Muaro Jambi Dihebokan Penemuan Buaya Empat Meter

Dari kejadian tersebut, dokter menduga kerbau yang mati mendadak terkena penyakit ngorok atau septicaemia Epizootika (SE).

Penyakit menular ini hanya bisa menular kepada dua hewan yakni, sapi dan kerbau.

”Kalau keracunan disebabkan limbah mungkin belum mengarah ke sana ya, karena kami bicara berdasarkan gejala kami lihat. Kata pemilik juga kerbau ini minum air sumur bor selama ini,” jelasnya.

Sebelumnya sempat viral seekor kerbau mengaspal di lintasan sirkuit Mandalika. Tak laman berselang, sejumlah 15 ekor kerbau milik warga sekitar Sirkuit Mandalika, mati mendadak.

Banyak dugaan masyarakat netizen, setelah berita mati mendadak hewan kerbau dekat sirkuit ini viral. Ada yang menduga sengaja diracun, tak lama setelah viral “kerbau uji coba mengaspal di lintasan sirkuit”.

Suara.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Terdampak Pandemi, Kini Pramugari Ini Jualan Jamu Raih Omzet Puluhan Juta

Peristiwa

Gempa M 5,3 Guncang Padang Lawas Utara Sumut

Berita

Warga Bertara Di Geger kan Dengan Penemuan Ular Piton Dengan Perut Besar

Berita

BREAKING NEWS : 8 Pekerja PetroChina di Betara Alami Luka Bakar Semburan Api Pipa Line Gas

Berita

BREAKING NEWS: PKL di PT SGS, Siswa SMKN Muaro Jambi Terjepit Mesin Hot Press

Kota Jambi

Nakes RSU Raden Mattaher Belum Terima Insentif, Gubernur Al Haris: Pokoknyo Duo Hari Harus Cair

Daerah

Tiga Daerah di Provinsi Jambi Berpotensi Terjadinya Karhutla

Berita

Larikan Motor Nmax dengan Modus Pinjam Beli Gorengan, Pria di Merangin Dicuduk Polisi