Temukan Jarum Suntik, Klip Bungkus Narkoba, Hingga Korek Api, Satu Rumah Diduga Basecamp Dihancurkan Tim Gabungan Polda Jambi Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Bungo Akibat PETI Masih Terjadi, Ketua Karang Taruna Angkat Bicara Masyarakat Sebut Pelayanan Pajak di Samsat Jambi Sudah Lebih Baik Tindakan Tegas Ditpolairud Polda Jambi, Lakukan Penyelidikan Hingga Tetapkan Tersangka BPJN Jambi Sebut Jembatan Ditabrak Tongkang Batubara Aman Dilalui dan Minta PPTB Lakukan Perbaikan

Home / Kuliner

Jumat, 20 Agustus 2021 - 11:18 WIB

Gulai Talang Masakan Leluhur Warga Mersam Menggugah Selera

Gulai Talang Meram

Gulai Talang Meram

PublishNews.id — Pada masa lalu, leluhur warga Kecamatan Mersam, Batanghari, memiliki satu kebiasaan menarik. Mereka biasa memasak makan siang di kebun, yang disebut talang dalam bahasa setempat. Memasak makan siangnya pun dari bahan-bahan yang mudah didapat di kebun.

Sebut saja bebek yang biasa dipelihara di kebun atau ayam hutan dan kancil yang bisa diburu di kawasan sekitar kebun. Bumbunya sederhana, antara lain meliputi garam, bawang merah dan putih, cabai, ketumbar, jahe, kunyit, dan sereh. Rasanya pedas dan segar.

Beruntung, tradisi memasak gulai talang dan makan behidang ini tetap terjaga dan sampai kini masih lestari.

Baca Juga...  Prosedur Pembaitan Khalifah

“Gulai talang ini hanya makanan leluhur kami saat di kebun, namun karena cita rasa yang unik dan nikmat, saat ini gulai talang telah menjadi masakan khas di daerah kami,” kata Irfan.

Sekarang, saat warga tidak lagi berburu ayam hutan atau kancil untuk makan siang, biasanya daging bebek yang dimasak menjadi gulai talang. Dan kini warga setempat punya tradisi makan gulai talang, yang disebut masak talang, di rumah warga yang hendak menggelar hajatan.

“Tradisi masak talang itu dilakukan jika ada warga yang hendak menikahkan anaknya, tradisi masak talang ini dilakukan pada malam hari sebelum pesta dilakukan,” kata Irfan.

Baca Juga...  Sekda Azan Sebut Pilkades Batanghari Ditunda Hingga Oktober

Dalam tradisi masak talang, seluruh warga biasanya berkumpul di rumah warga yang memiliki hajatan dan menyantap gulai talang bersama-sama.

Dalam acara makan bersama yang disebut warga setempat makan behidang itu, gulai talang disajikan dalam satu nampan untuk tiga sampai empat orang.

Gulai talang kini juga bisa dinikmati di kedai-kedai makan, termasuk di warung nasi simpang Mersam yang berada di kawasan jalan lintas Batanghari-Teb

Irfan pun berharap makanan warisan leluhur warga Mersam itu bisa menjadi bagian dari kuliner tradisional khas Batanghari yang populer dan lestari.

Share :

Baca Juga

Berita

Cek Menu Terbaru Rumah Kito Luncurkan Menu Nusantara

Batanghari

Angkringan Dua Putri ,Usaha Kuliner Berbasis Ekonomi Kreatif Sajian Beragam Makanan Dan Minuman Kekinian Berbasis UMKM