Al Haris: Pemrov Jambi Berkomitmen Terhadap Pendidikan Al Haris: Pemrov Jambi Berkomitmen Terhadap Pendidikan Wacana Gubernur Bangun Jalan Khusus Pelaksana, Edi Purwanto Minta TAPD Kaji Program Dumisake Belum Jalan, Al Haris Bakal Turunkan Jabatan Kadis Gubernur Al Haris Minta Pelayanan Publik di Polda Jambi

Home / Dunia / Peristiwa

Rabu, 18 Agustus 2021 - 09:39 WIB

Korban Tewas Gempa Haiti Hampir 2.000 Jiwa

Satu buldoser membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa di Brefet, lingkungan Les Cayes, Haiti, pada Selasa 17 Agustus 2021. (Foto: AFP)

Satu buldoser membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa di Brefet, lingkungan Les Cayes, Haiti, pada Selasa 17 Agustus 2021. (Foto: AFP)

PublishNews.id – Badan Perlindungan Sipil Haiti menambah jumlah korban tewas menjadi 1.941 dan jumlah luka-luka menjadi 9.900 orang pada Selasa (17/8/202). Seperti dilaporkan NPR, banyak dari korban luka harus menunggu bantuan medis terbaring di luar dalam panas yang menyengat.

Pada Selasa (17/8), badai tropis Grace memaksa penghentian sementara upaya pencarian dan penyelamatan. Penundaan ini memicu kemarahan dan frustrasi yang meningkat di antara ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal.

Grace menghantam Haiti barat daya, yang paling parah dilanda gempa Sabtu, dan para pejabat memperingatkan beberapa daerah bisa diguyur hujan 15 inci sebelum badai berlanjut. Hujan lebat turun di kota Les Cayes yang rusak akibat gempa dan di ibu kota, Port-au-Prince.

Selasa sore, Badan Perlindungan Sipil menaikkan jumlah korban tewas menjadi 1.941 dan jumlah luka-luka menjadi 9.900, banyak dari mereka harus menunggu bantuan medis terbaring di luar dalam panas yang menyengat.

Baca Juga...  Bidhumas Polda Jambi Gelar Vaksinasi Untuk Kawula Muda, Seni

Kehancuran berpusat di wilayah barat daya negara itu, di mana perawatan kesehatan telah mencapai kapasitas dan orang-orang kehilangan rumah dan orang-orang terkasih.

Kesabaran hampir habis di negara termiskin di Belahan Barat. Warga Haiti sudah berjuang dengan virus corona, kekerasan geng, kemiskinan yang memburuk, dan pembunuhan Presiden Jovenel Moïse pada 7 Juli ketika gempa melanda.

Mayat-mayat terus ditarik dari puing-puing, dan bau kematian sangat menyengat di atas gedung apartemen berlantai tiga. Seprai sederhana menutupi tubuh seorang gadis berusia 3 tahun yang ditemukan petugas pemadam kebakaran satu jam sebelumnya.

Menggambarkan kurangnya kehadiran pemerintah, petugas pemadam kebakaran sukarela dari kota terdekat Cap-Hatien telah meninggalkan tubuh di tengah hujan karena polisi harus hadir sebelum mayat dapat dibawa pergi.

Baca Juga...  Meskipun Jam Sudah Diatur, Masih Saja Truk Batubara Membandel

Seorang warga, James Luxama, 24 tahun, mengulangi desas-desus populer di banyak lokasi bencana. Dia mengatakan bahwa seseorang mengirim pesan teks untuk meminta bantuan dari dalam puing-puing. Tetapi Luxama tidak secara pribadi melihat atau menerima pesan seperti itu.

Kerumunan orang-orang yang marah dan berteriak berkumpul di depan gedung yang runtuh, tanda bahwa kesabaran sudah habis bagi orang-orang yang telah menunggu berhari-hari untuk bantuan dari pemerintah.

“Para fotografer datang, pers, tetapi kami tidak memiliki terpal untuk atap kami,” kata seorang pria, yang menolak menyebutkan namanya.

Kepala kantor perlindungan sipil Haiti, Jerry Chandler, mengakui situasi tersebut. “Penilaian gempa harus dihentikan karena hujan lebat, dan orang-orang menjadi agresif,” kata Chandler pada Selasa.

Sumber: Beritasatu.com

Share :

Baca Juga

Dunia

Bikin Geger !!! Warga di Kejutkan Ikan Bergigi Manusia

Peristiwa

Ahirnya Harimau Terkam Warga Merangin Berhasil Ditangkap

Peristiwa

Demi Agar Kuat Berhubungan, Pria Ini Ahirnya Meninggal Dunia Setelah Minum Obat

Peristiwa

Lagi !! Nikita Mirzani Dilaporkan Dengan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Peristiwa

Breaking News!! Warga Temukan Mayat Tanpa Busana Dikawasan Genata Arasy’

Peristiwa

Viral, Seorang Pria Melakukan Aksi Onani di Muka Umum

Peristiwa

Seorang Pemuda Nekat Akhiri Hidup Sambil Live di Medsos

Muaro Jambi

Warga Sulit Dapatkan Minyak Goreng, di Alfamart Ini Malah Menumpuk