DIRPOLAIRUD POLDA JAMBI IKUTI RAKERNIS POLAIRUD BAHARKAM POLRI TAHUN 2024 Tegas, Wakapolda Jambi Himbau Personel Jangan Tinggalkan Tempat Pemilihan Suara (TPS) saat Bertugas  Peduli terhadap Masyarakat dan Menangkan Prabowo Gibran,SOLMET bagikan Stiker,Susu dan Makan Gratis 2.222 Paket di Jambi Pelindo Regional 2 Jambi Sukses Layani 6.987 unit Kapal Selama 2023 Polri Peduli, Kapolda Jambi Lepas Langsung 12.000 Paket Sembako Untuk Masyarakat Provinsi Jambi

Home / Berita / JAKARTA / Pendidikan

Jumat, 9 Juni 2023 - 17:27 WIB

PENGENALAN PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENDIDIKAN

Publishnews.id -JAKARTA – Paradigma pendidikan dianggap penting untuk setiap manusia mengenyam pendidikan sebagai bekal dalam kehidupan, seseorang dengan pendidikan akan mengembangkan beberapa rangkaian peristiwa yaitu wawasan, pengetahuan, karakter, serta nilai dari setiap orang. Sebagaimana terkait dalam UU No 22 tahun 2003 pasal 3 bahwa fungsi pendidikan untuk melakukan beberapa fungsi untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam membentuk dan mencerdasakan kehidupan bangsa sehingga bisa bertujuan pada pengembangan potensi para peserta didik agar senantiasa menajdi masusia yang beriman kepada tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, beradab, bisa bertanggung jawab F(arid, 2012).
Pendidikan dalam melakukan peran penting tidak pernah lepas pada unsur kebudayaan masyarakat, hal ini dimaksudkan pada UU tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional untuk melakukan penyelenggaraan pendidikan yang berdasarkan pada kekhasan agama, budaya, agama, aspirasi, dan potensi dari masyarakat. pendidikan dilakukan untuk menunjang proses pembudayaan dan media pemberdayaan para peserta ddik. Berdasarkan undang undang ini maka

penguraian pendidikan bertujuan pada penciptaan generasi indonesia yang cerdas serta berbudaya. Pendidikan tidak hanya memberikan ilmu secara sekilas kemudian dilupakan tetapi tetap memberikan gambaran tentang kebudayaan melalui kecintaan masyarakat akan hal tersebut. Maka dari itu dalam prosesnya sekolah juga terlibat secara aktif pada proses penyadaran atau konservatif dengan memperhatikan pada nilai nilai budaya masyarakat untuk kesejahteraan bersama (herimanto,2010).
Indonesia dengan ragam pulau meliputi sabang hingga merauke dengan bermacam masyarakat yang tinggal atas pulau tersebut, memiliki beragam cara berbicara yang khas dan berbeda antara satu tempat dengan tempat lain. budaya atau kearifan lokal tersebut memberikan dampak untuk indonesia sebagai negara majemuk, negara majemuk sendiri merupakan negara dengan beragam budaya. Berdasarkan hal itu maka kelestaraian sarana dan budaya perlu tetap dilakukan untuk menunjang kehidupan yang lebih panjang (herimanto,2010). Berdasarkan hal di atas maka penelitian ini menitikberatkan pada kearifan lokal dalam aspek pendidikan untuk menunjang kemajemukan indonesia dan rasa saling toleransI bersama.

Adapun Kearifan Lokal memiliki makna yakni, merupakan modal pembentukan karakter luhur. Karakter luhur adalah watak bangsa yang senantiasa bertindak dengan penuh kesadaran, purba diri, dan pengendalian diri. Pijaran kearifan lokal selalu berpusar pada upaya menanggalkan hawa nafsu, meminimalisir keinginan, dan menyesuaikan dengan empan papan. Kearifan lokal adalah suatu wacana keagungan tata mora. Kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh kelompok etnis tertentu yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat. Artinya, kearifan lokal adalah hasil dari masyarakat tertentu melalui pengalaman mereka dan belum tentu dialami oleh masyarakat yang lain. Nilai-nilai tersebut akan melekat sangat kuat pada masyarakat tertentu dan nilai itu sudah melalui perjalanan waktu yang panjang, sepanjang keberadaan masyarakat tersebut. Kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan yang dimiliki oleh sekelompok manusia dan dijadikan sebagai

pedoman hidup untuk menginterpretasikan lingkungannya dalam bentuk tindakan- tindakannya sehari-hari (Haipar, 2013).
Kearifan lokal dapat dipandang sebagai identitas bangsa, terlebih dalam konteks Indonesia yang memungkinkan kearifan lokal bertransformasi secara lintas budaya yang pada akhirnya melahirkan nilai budaya nasional. Di Indonesia, kearifan lokal adalah filosofi dan pandangan hidup yang mewujud dalam berbagai bidang kehidupan (tata nilai sosial dan ekonomi, arsitektur, kesehatan, tata lingkungan, dan sebagainya. Kearifan lokal merupakan gagasan yang timbul dan berkembang secara terus-menerus di dalam sebuah masyarakat berupa adat istiadat, nilai, tata aturan/norma, budaya, bahasa, kepercayaan, dan kebiasaan sehari-hari (Musana,2012).
Tentu pemikiran ini bukan tanpa dasar,
Gagasan tentang pendidikan berbasis kearifan lokal ini berawal dari sebuah ungkapan yang disampaikan oleh Jhon Naisbit (1990) yang kemudian direspon dan dikembangkan oleh sebagian para pakar sosial dengan ungkapan thinks globaly acts localy (berpikir global dan bertindak lokal). Maksud dari ungkapan tersebut adalah, seseorang bisa mengambil pengalaman dan pengetahuan apapun, dari suku manapun dan bangsa manapun, akan tetapi dalam pengaplikasiannya dalam sebuah tindakan ketika seseorang berada di dalam suatu tempat, maka ia harus menyesuaikan dengan nilai dan budaya yang ada di tempat tersebut. Dengan adanya pengetahuan yang bersifat global, seseorang akan dapat dengan mudah membaca dan mengenali suatu masalah dan memecahkannya. Maka dari itu seseorang perlu untuk berpengetahuan banyak agar wawasan menjadi relatif luas. Akan tetapi dalam hal pendidikan pada umumnya dan belajar mengajar khususnya, seorang pendidik tidak cukup hanya dengan berpengetahuan banyak dan berwawasan luas, akan tetapi untuk merefleksikan transfer of knolage (proses pembelajaran) tersebut juga harus disertai dengan emotion skill (kemampuan emosi) yaitu bagaimana seorang pendidik harus bisa masuk ke dalam dunia anak didik tersebut berada (Musana,2012)..

Baca Juga...  Demi Sekolah Daring, Anak SD/ SMP Ini Harus Pergi Hutan dan Perbukitan


Dengan demikian sudah barang tentu bahwa status sosial dan ekonomi merekapun pasti berbedabeda. Begitu juga dalam lokal masyarakat, di dalam sebuah lokal

masyarakat yang satu, pasti akan berbeda dengan lokal masyarakat yang lain. Itulah sebabnya kenapa di Indonesia ada semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang maksud dari semboyan tersebut adalah walaupun kita berasal dari suku yang berbeda serta budaya yang berbeda pula, akan tetapi kita memiliki satu kesatuan yaitu Indonesia (Musana,2012)..
Dari kata semboyan yang tersebut di atas bisa disimpulkan bahwa negara Indonesia memang telah mempunyai banyak sekali lokal masyarakat yang tentunya memiliki keanekaragaman budaya yang berbeda- beda pula. Maka dari itu sudah barang tentu bahwa negara Indonesia sebenarnya telah memiliki kekayaan budaya yang pastinya bisa memberi sebuah warna dan corak yang bisa dikembangkan menjadi sebuah karakter bangsa. Pendidikan bebasis kearifan lokal sebenarnya adalah bentuk refleksi dan realisasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu pasal 17 ayat 1 yang menjelaskan bahwa kurikilum tingkat satuan pendidikan SD-SMA, atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan (Musana,2012).,

Adapun ruang lingkup nya sangat beragam, Kearifan lokal merupakan fenomena yang luas dan komprehensif. Cakupan kearifan lokal cukup banyak dan beragam sehingga sulit dibatasi oleh ruang. Kearifan tradisional dan kearifan kini berbeda dengan kearifan lokal. Kearifan lokal lebih menekankan pada tempat dan lokalitas dari kearifan tersebut sehingga tidak harus merupakan sebuah kearifan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal bisa merupakan kearifan yang belum lama muncul dalam suatu komunitas sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan alam dan interaksinya dengan masyarakat serta budaya lain. Oleh karena itu, kearifan lokal tidak selalu bersifat tradisional karena dia dapat mencakup kearifan masa kini, dan karena itu pula bisa lebih luas maknanya daripada kearifan tradisional. Untuk membedakan kearifan lokal yang baru saja muncul dengan kearifan lokal yang sudah lama dikenal komunitas tersebut, dapat digunakan istilah kearifan kini, kearifan baru, atau kearifan kontemporer. Kearifan tradisional dapat disebut kearifan dulu atau kearifan lama (Herimanto,2010).

Baca Juga...  Kapolda Jambi Melantik Kapolres Batang Hari AKBP Bambang Purwanto



Berdasarkan waktu pemunculan tersebut di atas, akan hadir kearifan dalam kategori yang beragam. Paling tidak, terdapat dua jenis kearifan lokal, yaitu: (a) kearifan lokal klasik, lama, tradisional, dan (b) kearifan lokal baru, masa kini, kontemporer. Kategori semacam ini mencakup berbagai hal dan amat cair bentuknya. Maksudnya, istilah lama dan baru itu seringkali berubah-ubah. Dari sisi filosofi dasarnya, kearifan dapat dikategorikan dalam dua aspek, yaitu: (a) gagasan, pemikiran, akal budi yang bersifat abstrak, dan (b) kearifan lokal yang berupa hal- hal konkret, dapat dilihat. Kearifan lokal kategori (a) mencakup berbagai pengetahuan, pandangan, nilai serta praktik-praktik dari sebuah komunitas baik yang diperoleh dari generasi sebelumnya dari komunitas tersebut maupun yang didapat oleh komunitas tersebut di masa kini, yang tidak berasal dari generasi sebelumnya, tetapi dari berbagai pengalaman di masa kini, termasuk juga dari kontaknya dengan masyarakat atau budaya lain. Kearifan lokal kategori (b) biasanya berupa benda-benda artefak, yang menghiasi hidup manusia, dan bermakna simbolik (Wagiran,2010).

Share :

Baca Juga

Berita

Hari Jadi Kabupaten Tanjab Barat Ke 57,Dinkes Hadir Melayani Masyarakat

Berita

Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono Dikukuhkan Sebagai Pembina Lembaga Adat Provinsi Jambi

Berita

Basarnas Jambi mengikuti Apel Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Kerinci

Berita

Polda Jambi Siap Kawal Penutupan Operasi Angkutan Batu bara, Sampai Ada Jalan Operasional Sendiri

Batanghari

Bupati Batanghari Membuka Acara Gebyar Batanghari Tangguh Budaya Taat Pajak

Berita

Heboh Kabar Penculikan Anak di SD Pembengis Cek Faktanya Disini

Berita

Ditreskrimsus Polda Jambi Kembali Tangkap 12 Ton Minyak Ilegal

Berita

Resnarkoba Polres Tanjab Barat Amankan PASUTRI Kasus Sabu Seberat ½ Gram