Dandim 0415/Jambi Dampingi Danrem 042/Gapu Tinjau Opla Cegah Stunting, Babinsa Dampingi petugas Kesehatan Berikan Layanan Posyandu Sertu Agus Sukma Jaya, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura didaulat menjadi juri pada kegiatan WDC Oknum Yang Mengaku TNI Kawal BBM Ilegal Diamankan,Ternyata Gadungan Temukan Jarum Suntik, Klip Bungkus Narkoba, Hingga Korek Api, Satu Rumah Diduga Basecamp Dihancurkan Tim Gabungan Polda Jambi

Home / Hukrim

Minggu, 15 Agustus 2021 - 12:35 WIB

Tim Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Tanjabbar di Dua Lokasi

Foto ilustrasi Densus 88

Foto ilustrasi Densus 88

PublishNews.id – Tim Densus 88 mengamankan tiga terduga teroris di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Dilansir dari Kompas.com, penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda yakni di jalan Distrik 5 PT WKS dan di pondok peternakan madu, Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjab Barat, Jumat (13/8/2021).

“Iya memang benar ada penangkapan 3 orang terduga teroris di Tanjab Barat,” kata Kapolres Tanjab Barat, AKBP Muharman AR melalui sambungan telepon, Minggu (15/8/2021).

Ia mengatakan tidak bisa menjelaskan terlalu detail terkait penangkapan, karena operasi yang dilakukan Densus 88 bersifat rahasia.

Semua terduga teroris bukanlah warga Jambi, melainkan orang luar. Adapun identitas terduga teroris yakni, berinisial SW alias AG alias MR alias HF alias DD (38), warga Kelurahan Gunung Sulah Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Baca Juga...  Kurang Dari 24 Jam Sembilan Pelaku Begal Di Mendalo Diringkus Polsek Jaluko

Kemudian DW alias MR alias YN alias JU alias FT (38), warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Kemudian MIR alias IB (44), warga Kelurahan Sanggrahan, Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi, Prof Syukri menjelaskan sebagian besar penangkapan terduga teroris di Jambi, berasal dari luar Jambi.

“Jambi ini kota persinggahan dan tempat persembunyian dalam pelarian terduga teroris. Jadi embrio atau perkembangannya bukan dari Jambi,” kata Syukri.

Penangkapan terduga teroris di wilayah WKS Tanjab Barat, semuanya bukan berasal dari Jambi.

Jika ada terduga teroris dari Jambi, itu karena paparan jaringan dari luar. Sementara bibit radikalisme itu tidak dimiliki warga Jambi.

Baca Juga...  Dugem di Masa Pandemi, Puluhan ABG Tepergok Teler Ekstasi

Menurut dia, secara budaya, masyarakat Jambi sangat toleran, terbuka dengan perbedaan agama, ras dan suku.

Warga Jambi juga sangat mencintai perdamaian dan kurang menyukai permusuhan antar sesama manusia.

Dia berharap masyarakat Jambi berperan aktif mencegah berkembangannya radikalisme dan mendeteksi keberadaan terduga teroris.

“Ya. Kalau ada warga datang baru, datang untuk tinggal sementara atau menetap. Harus lapor RT setempat. Warga juga cari tahu, latar belakang orang tersebut,” kata Prof Syukri.

Semua gotong royong, untuk mendeteksi warga yang baru datang terkait pekerjaan masa lalu, alasan pindah domisili, apakah memiliki saudara di tempat ini dan ingin melakukan apa di Jambi.

“Tidak hanya itu, tetapi juga dilakukan pemantauan, kalau memang latar belakang orang yang baru datang mencurigakan,” terang Syukri.***

Share :

Baca Juga

Hukrim

BNNK Batanghari Ciduk Terduga Narkoba di Dekat Perumnas Muara Bulian

Berita

Kembali Terjadi Korban Perampokan di Merangin Korban Alami Luka Bacok

Hukrim

BNN Jambi Gagalkan Penyelundupan 45 Kg Ganja Kering dari Aceh

Hukrim

Warga Buluh Kasab, Marosebo Ulu Besimbah Darah Kena Tembak Dengan Kecepek

Hukrim

Dua Pelaku Curi Kabel di Kantor Bakeuda Batanghari Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Hukrim

Ratusan Anggota BAM Laporkan Penggelapan SK ke Polres Muaro Jambi

Berita

Oknum Yang Mengaku TNI Kawal BBM Ilegal Diamankan,Ternyata Gadungan

Hukrim

Sering Buat Onar, Kepala Geng Motor di Kota Jambi Ditangkap Satreskrim Polresta Jambi